Friday, February 27, 2009
Do something fast!!!
Masalah terungkap........... Harus di selesaikan secepatnya!!!
Bisa tambah bersalah kalau tidak di selesaikan dengan segera........
Wednesday, February 25, 2009
Di sebuah restaurant
Tadinya, saya tidak ada rencana untuk keluar rumah di siang hari. Tapi berhubung frekwensi internet di sekitar rumah tidak bagus, lalu saya keluar juga. Dan saya akhirnya singgah di salah satu restaurant di sebuah mall, sekaligus browsing di situ. Saya di tempat ini hanya sebentar saja, karena habis itu saya akan pergi dengan adik saya ke pameran komputer di senayan.
Selain cuma buat buka e-mail, saya juga lagi banyak yang di pikirkan. Sekalian mencari-cari tempat untuk menenangkan diri dan mencari jalan keluar untuk beberapa persoalan yang sedang saya hadapi beberapa hari ini.
Setelah saya sampai di restaurant ini, tanpa sengaja saya memperhatikan beberapa anak, yang kalau jaman sekarang orang-orang ini di sebut ABG (anak baru gede), yang duduk persis di sebelah saya. Mereka di sini hanya sekedar ngobrol dengan teman-temannya, menyalakan notebook sambil membuka facebook, minum kopi dan seterusnya. Kadang-kadang saya tersenyum kecil di saat mereka sedang membahas sesuatu, yang kalau dalam pandangan saya, 'gak penting banget'.
Tapi lumayan juga. Setidaknya saya bisa memperhatikan perilaku mereka dari dekat. Sekaligus 'nguping' pembicaraan mereka mengenai apa yang lagi trend di kalangan mereka ini. Yaa, kadang-kadang pembicaraan mereka tidak ada isinya juga. Hehehehe.......
Toh saya dulu juga melakukan hal yang sama di umur-umur seperti mereka, walaupun beda cara saja.
Selain cuma buat buka e-mail, saya juga lagi banyak yang di pikirkan. Sekalian mencari-cari tempat untuk menenangkan diri dan mencari jalan keluar untuk beberapa persoalan yang sedang saya hadapi beberapa hari ini.
Setelah saya sampai di restaurant ini, tanpa sengaja saya memperhatikan beberapa anak, yang kalau jaman sekarang orang-orang ini di sebut ABG (anak baru gede), yang duduk persis di sebelah saya. Mereka di sini hanya sekedar ngobrol dengan teman-temannya, menyalakan notebook sambil membuka facebook, minum kopi dan seterusnya. Kadang-kadang saya tersenyum kecil di saat mereka sedang membahas sesuatu, yang kalau dalam pandangan saya, 'gak penting banget'.
Tapi lumayan juga. Setidaknya saya bisa memperhatikan perilaku mereka dari dekat. Sekaligus 'nguping' pembicaraan mereka mengenai apa yang lagi trend di kalangan mereka ini. Yaa, kadang-kadang pembicaraan mereka tidak ada isinya juga. Hehehehe.......
Toh saya dulu juga melakukan hal yang sama di umur-umur seperti mereka, walaupun beda cara saja.
Label:
hmm....,
perjalanan,
some places
Monday, February 23, 2009
Kesalahan yang sama?
Beberapa tahun yang lalu saya pernah melakukan suatu kesalahan yang cukup membuat saya kerepotan sendiri. Walaupun persoalannya waktu itu tidak begitu rumit, namun yang saya lakukan saat itu bisa di bilang sebuah tindakan yang bodoh dan ceroboh. Untungnya kesalahan itu dapat terselesaikan dan berjalan dengan baik hingga saat ini. Tidak ada yang merasa tersakiti, malah menjadi bahan guyonan.
Namun.....beberapa hari ini saya berpikir....... apakah saya melakukan hal yang sama seperti waktu lalu? Kalau memang benar, di mana letak kesalahaannya dan bagaimana cara menyelesaikannya?
Friday, February 20, 2009
Dua malam terakhir
Beberapa malam ini saya di sibukkan dengan beberapa pekerjaan. Lumayan padat juga, sampai-sampai tidak terasa waktu sudah mendekati dini hari. Di tambah lagi, penyakit lama muncul lagi.... gigi. Lumayan mengganggu konsentrasi kerja.
Namun, dua malam terakhir ini........sepertinya saya tidak hanya berpikir untuk membuat design. Tapi juga berpikir mengenai hal yang lain. Sesuatu yang cukup menyita waktu dan konsentrasi kerja akhir-akhir ini.
Saya harap, semua ini bisa cepat selesai.........ya.......semoga.
Namun, dua malam terakhir ini........sepertinya saya tidak hanya berpikir untuk membuat design. Tapi juga berpikir mengenai hal yang lain. Sesuatu yang cukup menyita waktu dan konsentrasi kerja akhir-akhir ini.
Saya harap, semua ini bisa cepat selesai.........ya.......semoga.
Tuesday, February 17, 2009
Cuaca Berubah rupanya
Hmmmm.......
Perasaan tadi pagi terang benderang. Sekarang malah mulai mendung. Cuaca lagi kacau rupanya.
Perasaan tadi pagi terang benderang. Sekarang malah mulai mendung. Cuaca lagi kacau rupanya.
Label:
hmm....
Monday, February 16, 2009
Senang rasanya bisa bertemu kembali
Hari minggu kemaren, saya berkumpul dengan teman-teman waktu jaman SMP di Sungai Gerong, Palembang Sumatera Selatan. Kita bertemu di restaurant Nan Xiang Senayan City jam setengah 12 siang. Awalnya yang datang lebih dulu Galuh dengan Ocke yang khusus datang dari Bandung untuk acara ini. Kemudian saya datang dan berikutnya Lena dan pasangannya, Fitri, Mia dengan suami dan anaknya, Farhat, Dini, Andre, Ariatie dan suami, Ninil dan suami. Sembari menunggu yang lainnya datang, kita mulai pesan makanan dan mulai ngobrol seru.
Kira-kira 45 menit kemudian, datang Monika dengan Kadek, Noli dan satu lagi (terus terang saya lupa namanya). Pembicaraan makin seru. Apalagi di tambah dengan makanan yang tambah lama tambah banyak sampai kita bingung gimana cara ngabisinnya.
Sejam kemudian, Ogi dan Tata' datang. Dan dua orang ini datang paling terakhir, karena setelah itu kita semua pindah tempat ngumpul..... yaitu berkaraoke ria. Seru pastinya, apalagi kita nyetel lagu2 waktu jaman kita smp dulu.....huahahaha, yang pasti setelah keluar dari ruangan itu suaranya pada gak beres semua.
Kita akhirnya bubar jam setengah 5 sore. Rencananya kita akan buat acara seperti ini lagi. Tapi masih belum tahu kapan.
Buat saya pribadi, hari ini hari yang sangat menyenangkan dan membuat saya sedikit terhibur dengan situasi yang sedang saya alami.
Thanks guys......it's nice to see you again
Kira-kira 45 menit kemudian, datang Monika dengan Kadek, Noli dan satu lagi (terus terang saya lupa namanya). Pembicaraan makin seru. Apalagi di tambah dengan makanan yang tambah lama tambah banyak sampai kita bingung gimana cara ngabisinnya.
Sejam kemudian, Ogi dan Tata' datang. Dan dua orang ini datang paling terakhir, karena setelah itu kita semua pindah tempat ngumpul..... yaitu berkaraoke ria. Seru pastinya, apalagi kita nyetel lagu2 waktu jaman kita smp dulu.....huahahaha, yang pasti setelah keluar dari ruangan itu suaranya pada gak beres semua.
Kita akhirnya bubar jam setengah 5 sore. Rencananya kita akan buat acara seperti ini lagi. Tapi masih belum tahu kapan.
Buat saya pribadi, hari ini hari yang sangat menyenangkan dan membuat saya sedikit terhibur dengan situasi yang sedang saya alami.
Thanks guys......it's nice to see you again
Sunday, February 15, 2009
For My 'Nakama'
Saya menonton salah satu anime Jepang. Ceritanya sangat menarik. Kalau di lihat dari visualnya, mungkin seperti anime untuk anak-anak. Tapi kalau mengikuti ceritanya, maka menurut saya, anime ini masuk ke kategori anime untuk remaja dan dewasa. Karena terlalu banyak konflik cerita yang untuk anak-anak sendiri tidak akan mengerti.
Anime ini menceritakan tentang sekelompok bajak laut yang mengembara ke banyak tempat. Dan dari setiap perjalanan selalu bertemu dengan musuh-musuh baru dan teman-teman baru pula. Pada suatu ketika, mereka harus mencari tempat untuk memperbaiki kapal, karena kapal mereka sudah dalam keadaan yang sangat parah sekali.
Akhirnya mereka bersandar di sebuah pulau, di mana pulau tersebut merupakan tempat berkumpulnya para pengerajin kapal kelas dunia dan galangan kapal kelas dunia. Singkat cerita, salah satu dari anggota mereka menghilang tanpa jejak. Dan ternyata, dia di 'tangkap' oleh pihak pemerintah dunia yang menjadi 'polisi' dunia untuk menjaga keamanan laut. Selain di tangkap, dia juga di paksa untuk bekerjasama dengan pihak pemerintah. Namun dia meminta sebuah syarat, yaitu agar teman-temannya jangan di tangkap dan di bunuh. Syarat itu di terima. Dan dia pun melaksanakan tugas tersebut. Di tengah-tengah peristiwa itu, dia sempat bertemu dengan 2 orang temannya. Dia minta kepada kedua temannya itu untuk menyampaikan pesan kepada sang kapten agar jangan mencari dia karena jika mencarinya akibatnya akan sangat fatal sekali. Sang kapten tidak bisa menerima pesan yang di sampaikan oleh kedua temannya itu. Akhirnya, sang kapten memutuskan untuk mencari tahu langsung dari dia dengan cara memasuki wilayah yang akan menjadi medan pertempuran nantinya.
Kemudian, pertempuran itu terjadi atas dalang dari pihak pemerintah dunia. Dia juga ikut dalam pertempuran tersebut dan berencana untuk membunuh pimpinan wilayah daerah tersebut. Pada saat pertempuran itu terjadi, sang kapten bertemu dengan dia. Dan dia tetap mengatakan hal yang sama agar jangan mencarinya kembali. Sang kapten sangat terkejut. Belum sempat menanyakan kenapa dia seperti itu, sang kapten terkena serangan dari salah satu orang pemerintah itu, sehingga sang kapten terlempar jauh dari tempat kejadian. Setelah pertempuran demi pertempuran usai, dia di bawa oleh pihak pemerintah untuk ke suatu tempat dimana dia akan di adili dan di eksekusi karena telah menjadi buronan selama 20 tahun.
Situasi di daerah tersebut mulai kembali tenang, dan sang kapten sudah di temukan. Maka berkumpullah kelompok bajak laut untuk membicarakan masalah ini. Salah satu dari mereka telah mendapat informasi, kalau dia melakukan hal ini untuk melindungi kelompoknya dari kejaran pemerintah dunia. Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, sang kapten akhirnya membuat keputusan. Yaitu, menyelamatkan dia dengan cara apapun.
Kelompok bajak laut ini akhirnya bergerak menuju tempat pengadilan tersebut akan berlangsung. Dan tempat tersebut merupakan salah satu pusat kekuatan pemerintah dunia. Setelah kelompok bajak laut ini sampai di sana, sang kapten beserta 5 temannya, mengobrak abrik tempat tersebut. Namun yang di cari tidak ketemu.
Sampai pada satu kejadian, sang kapten dan kelima teman-temannya tersebut sampai di salah satu pintu gerbang menuju gedung utama dimana dia berada. Karena situasi di tempat tersebut kacau balau akibat dari gempuran kelompok bajak laut itu, pimpinan dari pihak pemerintah itu muncul di teras bagunan utama beserta kelompoknya dan dia sendiri.
Dia sangat terkejut melihat kapten dan teman-temannya berdiri berjejeran jauh di depan dia. Dia masih mengatakan hal yang sama ke mereka untuk tidak mencarinya. Dan dia juga menceritakan latar belakang hidupnya yang sangat kelam. Tempat dimana dia dulu tinggal telah di bumi hanguskan oleh pihak pemerintah dunia karena telah menyimpan sebuah benda dan sebuah catatan sejarah yang sangat di larang oleh pemerintah dunia. Tidak ada satu pun yang selamat kecuali dia seorang. Sejak itu, dia menjadi buronan pemerintah di saat dia masih berumur 9 tahun. Setelah mendengarkan ceritanya, sang kapten tetap tidak peduli. Sang kapten mengatakan kepada dirinya bahwa tidak ada yang mengijinkan dia untuk keluar dari kelompok itu selain sang kapten sendiri. Mendengar ucapan sang kapten, dia langsung teringat pada sebuah kalimat yang di ucapkan seseorang yang dulu pernah menyelamatkannya dari penghancuran tempat tinggalnya dulu oleh pihak pemerintah ...."Someday, without any doubt, your Nakama will protect you without all cost". Setelah dia sadar bahwa dia tidak sendiri, akhirnya dia meminta kepada sang kapten untuk di selamatkan. Dan akhir cerita, dia kembali ke kelompoknya.
Mungkin setelah membaca tulisan ini akan bertanya-tanya, apa artinya Nakama itu. Kata Nakama berasal dari bahasa Jepang yang artinya bisa kolega, teman atau sahabat.
Pesan dari cerita ini adalah seorang teman atau sahabat tidak akan pernah meninggalkan atau mencelakakan temannya sendiri. Bahkan, seorang sahabat akan selalu membantu dengan tulus tanpa meminta imbalan apapun. Kadang kita suka lupa bahwa pentingnya seorang sahabat. Dia yang akan selalu mengingatkan kita, dia juga yang akan menjadi tempat untuk berkeluh kesah. Dan dia pun ikut berduka di saat temannya lagi berduka, begitu juga di saat temannya lagi senang, dia pun ikut senang.
Well...... are you my Nakama?
Label:
renungan
Monday, February 9, 2009
Di saat sedang penat.....
Saat ini saya sedang kerja bareng dengan teman-teman dari salah satu Indie Label. Karena saya ini kerja sebagai freelancer Graphic Design, jadi saya hanya datang pada saat pekerjaan memang mengharuskan saya datang ke sana. Sisanya hanya berkomunikasi melalui e-mail atau YM.
Suasana kerja di sana itu sangat menyenangkan. Malah kadang-kadang saya sendiri tidak merasakan adanya suasana kerja. Mereka datang ke kantor bukan di jam yang umumnya, seperti jam 11 siang atau malah jam 2 siang. Bahkan ada yang baru datang jam 4 sore. Awalnya saya agak canggung dengan suasana kerja seperti itu, walaupun saya bukan jenis orang yang suka dengan jam kerja yang rutin.
Dan suatu hari, saya datang ke sana karena mereka sedang membutuhkan saya. Di saat pekerjaan saya sudah mulai selesai, mulai bermunculan para pasukan dari kantor ini. Jam menunjukkan 3 sore. Kemudian, kita semua terlibat dalam obrolan yang...... bisa di bilang tidak penting....... saking tidak pentingnya, sepertinya saya sendiri males untuk bercerita di sini. Mungkin saya hanya memberi satu petunjuk saja...... badutan gaya lama (srimulat).
Banyak lagi yang mereka lakukan di saat mereka sedang sibuk untuk persiapan acara hari jum'at besok di sebuah plasa daerah sudirman. Namun, kalau saya perhatikan, mereka semua sangat menikmati, tanpa beban apa pun.
Menunggu Sang Waktu
Di sebuah tebing yang curam, berdiri seorang ksatria. Ksatria ini memandang jauh ke sebuah hamparan tanah luas penuh dengan rumput ilalang. Pandangan matanya tampak kosong, tapi tidak dengan pikirannya. Dia berdiri seakan-akan sedang menunggu sesuatu atau seseorang.
Namun, keadaan fisik yang di alaminya tidaklah terlihat baik. Di sekujur tubuhnya penuh dengan luka sabetan sebuah pedang atau keris. Darah segar masih sedikit terlihat, walaupun sudah mulai mengering. Di tangan kanannya, masih menggenggam sebuah keris.Pakaiannya sedikit rusak. Namun, kalau di lihat secara kasat mata, ksatria ini sepertinya masih sanggup melanjutkan pertarungan berikutnya.
Ksatria ini telah melakukan pertarungan demi pertarungan yang akhirnya mengantarkannya ke tempat dimana dia sekarang berdiri. Dan selama perjalanannya, banyak yang menghadangnya. Bahkan ada yang tinggal nama. Tidak ada yang tahu apa tujuannya datang ke tempat ini. Seandainya ada orang yang bertanya apa maksudnya atau untuk apa orang ini datang ke tempat ini, tidak seorang pun yang tahu. Bahkan dirinya pun tidak tahu, kenapa dia bisa sampai di tempat ini.
Dia hanya tahu satu hal, di tempat ini dia akan menemukan jawaban yang dia cari selama ini. Dan akhirnya, ksatria ini hanya berdiri mematung sambil menunggu datangnya sang waktu........entah sampai kapan. Besok, lusa, 2 minggu yang akan datang, 1 tahun yang akan datang, tidak ada yang tahu. Yang dilakukannya hanya menunggu dan menemukan jawabannya. Sampai sang waktu hadir menunjukkan jawabannya.
Label:
sebuah cerita
Hidup Kembali
Hari minggu ini saya, adik saya dan ke empat teman berkumpul di salah satu tempat ngopi di daerah Ahmad Dahlan.
Sebenarnya sudah lama kita berenam tidak kumpul seperti tadi.
Setelah semuanya berkumpul barulah kita membicarakan sebuah project yang telah lama terbengkalai. Sudah sangat lama kita semua tidak menyentuhnya karena keterbatasan dana dan pengetahuan mengenai cara menjalankan project ini dengan benar. Karena apa yang kita kerjakan ini, bisa di bilang masih sedikit yang menggelutinya. Dan kalaupun ada yang sudah memulainya, itu pun baru sekedar mengerjakan yang sudah ada.
Sedangkan apa yang kita lakukan, mulai dari nol.
Project ini merupakan harapan dan mimpi kita berenam plus satu orang lagi.
Sebenarnya sudah lama kita berenam tidak kumpul seperti tadi.
Setelah semuanya berkumpul barulah kita membicarakan sebuah project yang telah lama terbengkalai. Sudah sangat lama kita semua tidak menyentuhnya karena keterbatasan dana dan pengetahuan mengenai cara menjalankan project ini dengan benar. Karena apa yang kita kerjakan ini, bisa di bilang masih sedikit yang menggelutinya. Dan kalaupun ada yang sudah memulainya, itu pun baru sekedar mengerjakan yang sudah ada.
Sedangkan apa yang kita lakukan, mulai dari nol.
Project ini merupakan harapan dan mimpi kita berenam plus satu orang lagi.
Perjalanan 45 menit
Pada hari sabtu, saya menghadiri sebuah acara di daerah TB Simatupang. Di sana bertemu dengan teman-teman lama pada saat masih sama-sama sekolah, untuk sedikit bermasa lalu. Acara tersebut 'cukup' menyenangkan..... walaupun kata 'cukup' itu bisa berarti lebih atau kurang. Saya dan teman-teman sebenarnya tidak begitu peduli dengan acara yang berlangsung, karena kita semua sibuk dengan saling mengobrol satu sama lain sambil menanyakan di mana teman-teman yang lainnya.
Setelah acara selesai, kita semua kembali ke tempat masing-masing atau ada yang masih melanjutkan ke acara di tempat yang lain. Dan saya sendiri, setelah acara tersebut, mungkin bisa di bilang pulang paling terakhir. Saya berangkat dari tempat itu, sekitar jam 5 sore. Karena saya tidak membawa kendaraan, saya memilih untuk menggunakan kendaraan umum. Namun untuk perjalanan menuju rumah, mesti melalui terminal terlebih dahulu dan melanjutkan dengan angkot berikutnya.
Namun, entah kenapa, saya mengurungkan niat itu. Saya berjalan kaki yang awalnya untuk sampai ke jalan utama dan melanjutkan perjalanan menggunakan metro mini jurusan Blok M - Lebak Bulus. Tapi, di perempatan, kaki saya melanjutkan perjalanan dengan menyeberang jalan utama tersebut dan masuk ke jl. niaga hijau raya Pondok Indah. Saya hanya mengikuti langkah kaki tanpa tahu tujuan akan kemana.
Selama perjalanan itu, saya mencoba untuk merenung.......memilah-memilah masalah yang sedang atau yang telah terjadi. Tanpa saya sadari, perjalanan saya berhenti sejenak. Saya mampir di sebuah warung rokok dan saya membeli permen Polo yang sudah menemani saya sejak masa sekolah dulu dan akhir-akhir ini susah mencarinya di mini mart dekat rumah.
Di tempat itu, saya menyadari satu hal.....sepertinya perjalanan ini memakan waktu yang lama. Tapi saya tidak tahu kenapa menjadi lama, saya tahu sekali daerah ini sejak dulu. Tapi saat itu saya tetap merasa, sepertinya waktu bergerak lambat.
Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan. Saya melihat langit sudah mulai sedikit gelap dan saya sudah mulai mendekati daerah Pondok Pinang. Sesampainya di perempatan Pondok Pinang tersebut, saya menyeberang dan berhenti di samping Pondok Pinang Centre. Dan......saya sempat diam beberapa menit. Karena, saya baru sadar bahwa ada yang salah dengan saya. Ada yang tidak benar dalam pikiran saya dan hal itu yang menyebabkan saya secara otomatis melakukan perjalanan dari daerah TB Simatupang sampai ke Pondok Pinang dengan berjalan kaki. Dan perjalanan itu memakan waktu 45 menit........ 45 menit terlama yang pernah saya alami.
Setelah acara selesai, kita semua kembali ke tempat masing-masing atau ada yang masih melanjutkan ke acara di tempat yang lain. Dan saya sendiri, setelah acara tersebut, mungkin bisa di bilang pulang paling terakhir. Saya berangkat dari tempat itu, sekitar jam 5 sore. Karena saya tidak membawa kendaraan, saya memilih untuk menggunakan kendaraan umum. Namun untuk perjalanan menuju rumah, mesti melalui terminal terlebih dahulu dan melanjutkan dengan angkot berikutnya.
Namun, entah kenapa, saya mengurungkan niat itu. Saya berjalan kaki yang awalnya untuk sampai ke jalan utama dan melanjutkan perjalanan menggunakan metro mini jurusan Blok M - Lebak Bulus. Tapi, di perempatan, kaki saya melanjutkan perjalanan dengan menyeberang jalan utama tersebut dan masuk ke jl. niaga hijau raya Pondok Indah. Saya hanya mengikuti langkah kaki tanpa tahu tujuan akan kemana.
Selama perjalanan itu, saya mencoba untuk merenung.......memilah-memilah masalah yang sedang atau yang telah terjadi. Tanpa saya sadari, perjalanan saya berhenti sejenak. Saya mampir di sebuah warung rokok dan saya membeli permen Polo yang sudah menemani saya sejak masa sekolah dulu dan akhir-akhir ini susah mencarinya di mini mart dekat rumah.
Di tempat itu, saya menyadari satu hal.....sepertinya perjalanan ini memakan waktu yang lama. Tapi saya tidak tahu kenapa menjadi lama, saya tahu sekali daerah ini sejak dulu. Tapi saat itu saya tetap merasa, sepertinya waktu bergerak lambat.
Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan. Saya melihat langit sudah mulai sedikit gelap dan saya sudah mulai mendekati daerah Pondok Pinang. Sesampainya di perempatan Pondok Pinang tersebut, saya menyeberang dan berhenti di samping Pondok Pinang Centre. Dan......saya sempat diam beberapa menit. Karena, saya baru sadar bahwa ada yang salah dengan saya. Ada yang tidak benar dalam pikiran saya dan hal itu yang menyebabkan saya secara otomatis melakukan perjalanan dari daerah TB Simatupang sampai ke Pondok Pinang dengan berjalan kaki. Dan perjalanan itu memakan waktu 45 menit........ 45 menit terlama yang pernah saya alami.
Label:
perjalanan,
renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)
