skip to main |
skip to sidebar
Hari Kamis kemaren itu tanggal merah, dalam rangka memeringati hari nyepi bagi umat Hindu. Tapi untuk beberapa orang, merupakan libur panjang. Termasuk saya sendiri...hehehehehe.Hari itu saya manfaatkan untuk bertemu dengan pacar saya, karena sudah hampir 2 minggu saya tidak bertemu dengan dia. Kita berdua sudah pergi dari jam 10 pagi. Awalnya kita mau ke daerah blok m, namun saya mendapat ide untuk ke Ancol. Dan ke Ancol lah kita.Sesampai di sana, suasana tidak begitu ramai, tapi cuaca sudah panas sekali. Kita berdua sampai disana sekitar pukul 11.45 WIB. Dan panasnya itu bikin AC di mobil tidak kerasa sama sekali. Kita berdua berhenti di daerah pantai Bende.
Tujuan kita kesana, ingin ke restaurant yang berada agak menjorok ke arah laut, namanya Le Bridge.Sayangnya saya tidak dapat foto yang dari luar dan bagus....karena sudah kepanasan, pakai kamera hand phone dan nggak tahan buat mau duduk di sana... hehehehe.
Suasananya sangat menyenangkan. Di sana ada beberapa kursi yang di sediakan untuk duduk sambil menikmati makanan yang ada di sana. Menu makanan yang di sajikan rata-rata makanan dalam bentuk sandwich, burger dan hotdog. Ada jenis makanan yang lainnya, tapi saya tidak sempat memperhatikannya. Untuk minuman juga lumayan banyak yang di sajikan.Setelah dari sana, kita jalan ke pasar seni. Hanya sekedar membuang waktu saja sambil mencari-cari tempat enak buat ngobrol berdua di sana. Kita berada di Ancol sampai jam setengah 6 sore. Setelah itu, kita mencari makan di daerah Kelapa Gading. Lebih tepatnya di depan Mall of Indonesia Di sana ada semacam warung tenda dan yang di jual itu makanan laut. Dan orang yang makan di sana ramai sekali. Pada saat kita berdua menikmatinya, ternyata memang enak dan lumayan murah. Karena, kalau makan makana laut di daerah jaksel....harganya gak masuk akal sekali. Seperti di tampat orang aja kalau denger harganya...hehehehehehe.Dan setelah itu, saya mengantarnya pulang ke rumahnya di daerah Kalibata. Setelah itu, dalam perjalanan pulang ke rumah, saya capek sekali. Karena, saya lumayan lama tidak melakukan perjalanan seperti hari itu.Hari Jum'at, saya bangun agak pagi. Dan pada saat saya berada di bawah dan tiduran lagi di sofa sambil nonton TV......saya di kejutkan dengan berita jebolnya tanggul yang ada di Situ Gintung. Karena, Situ Gintung itu letaknya tidak begitu jauh dengan daerah saya tinggal. Tidak terlalu dekat, tapi juga tidak terlalu jauh. Kalau saya menggunakan mobil sendiri, sampai sana hanya de tempuh dalam waktu 5-10 menit. Jadi saya kaget sekali dengar berita itu. Sejak hari itu, saya selalu tidak ketinggalan mengenai peristiwa Situ Gintung.Hari Sabtunya, saya masih merasa lemas, jadinya saya baru benar-benar bangun itu jam 10 pagi. Dan seperti biasa, sebelum saya bangun jam 10, saya sudah bangun jam 8 dan nyambung tidur lagi di bawah....hehehehehehe.Di Metro TV, masih menyiarkan laporan mengenai bencana di Situ Gintung. Dan korbannya juga makin banyak. Kerusakan yang di timbulkan oleh jebolnya Situ Gintung itu tak terkira jumlahnya. Saya sendiri masih takjub dengan bencana itu.Siangnya, saya berencana untuk mengantar bapak ibu saya belanja ke Giant Ciputat. Karena saya dapat informasi kalau di ciputat raya masih rada-rada macet, saya hanya bilang, kita lihat saja nanti. Dan ternyata benar dugaan saya....... Setelah keluar dari kompleks dan berada di jalan veteran alias jalan pahlawan alias jalan Rempoa Raya (nggak tahu tuh, mana yang bener namanya), jalanan lumayan macet. Dan ternyata, jalan Ciputat Raya masih macet dan orang-orang yang menuju Ciputat pada lewat jalan situ. Menjengkelkan......!!!
Wew!!!
I found her.....and now.....i'm not alone anymore.
Thanks dear
Jakarta International Java Jazz Festival 2009...... ini pertama kali saya datang ke acara ini. Dan memang dari jumlah penonton yang datang luar biasa banyaknya.Saya sengaja datang ke Java Jazz hari pertama, karena saya dan adik saya mengincar beberapa musisi dan grup jazz yang hanya main di hari itu, 6 Maret 2009. Saya sampai di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, sekitar jam setengah 5 sore. Pada saat itu, penonton yang datang sudah banyak sekali. Sampai-sampai saya bingung.....di mana pintu masuk ke tempat acaranya, jangan-jangan saya salah jalan. Tapi pintu masuk sudah terlihat dari jauh, tentunya dari arah jalan masuk ke JCC.Setelah memasuki areal Java Jazz, saya melihat banyak sekali orang-orang yang datang dan mulai penuh. Waktu itu jam 5 kurang. Saya membayangkan, jam segitu aja sudah mulai ngantri kayak gini, gimana jam 6-an ya..... Pada saat saya melewati pintu masuk, ada semacam pemeriksaan untuk keamanan. Ketat sekali penjagaannya.......dan pemeriksaan itu tidak hanya di dekat pintu masuk saja. Pemeriksaan berlanjut lagi pada pemeriksaan setelah itu, pemeriksaan barang bawaan yang ada di dalam tas. dan mereka menanyakan kepada saya, apakah saya membawa minuman dan saya menjawab 'iya'. Ternyata, aturan tidak boleh bawa makanan dan minuman dari luar di berlakukan dengan ketat. Dan saya harus merelakan satu botol air minum yang saya bawa, karena yang satunya tertutup jaket. Yaa, rada curang sedikitlah.....hehehehehe.
Akhirnya saya berada di dalam dan saya bingung mau kemana dulu, karena saya tidak melihat jadwal acara yang bisa saya lihat secara bebas. Tanpa sengaja, saya melihat orang yang saya kenal di depan pintu masuk menuju lobi. Ternyata benar, saya bertemu teman saya yang kerja di tempat freelance. Dia lagi menunggu temannya yang dari kantor itu juga untuk mengambil barang-barang yang akan dijual di standnya Aquarius. Saya ngobrol-ngobrol berdua sama dia sampai-sampai saya bertemu lagi dengan teman saya yang satu lagi dari tempat yang sama tapi dia membawa bendera lain, karena dia salah satu dari management artis yang akan main di Java Jazz hari itu.Setelah itu, akhirnya saya mulai masuk ke dalam lobi JCC, saya melihat ada 2 perempuan yang menawarkan jadwal acara Java Jazz. Kemudian saya menanyakan apa bisa memperoleh petunjuk acara Java Jazz. Bisa, tapi saya harus beli seharga Rp 20.000,- karena di sertakan dengan majalah. Wew.....saya kan cuma ingin nonton hari ini kenapa saya harus bayar lagi 20 ribu buat mendapatkan jadwal acara dan majalah. Akhirnya, selama saya di dalam, saya celingukan mencari-cari jadwal yang terlihat di areal acara. Dan saya mendapatkannya! Di beberapa sudut areal tersebut, terdapat LCD-LCD yang menampilkan jadwal acara yang akan tampil hari ini. Setelah melihat, tujuan pertama, saya ingin melihat Hendri Lamiri di Cendrawasih room 2.... Pas saya sampai di sana, saya hanya melihat ruangan kosong dengan beberapa orang lagi membereskan peralatan musik.......hmmmm, rupanya saya telat datang. Kemudian saya jalan ke cendrawasih 1 kalau tidak salah, sedang berlangsung pertunjukan berikutnya....yang tampil grup POP lokal....Tangga. Hmmmm......berarti banyak banget nih para ABG-ABG, huehehehehehe....
Setelah itu, saya keliling areal Java Jazz....dan saya berhenti sebentar di lobi depan exhibition hall A. Di situ ada band jazz dari Medan sedang tampil. Saya memperhatikan mereka main....lumayan juga.
Dan di situ, saya melihat teman saya waktu masih sekolah di Palembang. Saya menyapa dia dan kita ngobrol seru di situ. Dia berdua dengan temannya, satu tim dengan dia. Saya sudah tahu kalau dia akan ada di Java Jazz, karena dia dengan beberapa temannya tergabung di Jazz Indie. Kemudian, setelah mendengarkan beberapa lagu dari grup itu, kita bertiga pergi menuju cendrawasih. Sesampainya di sana, saya berpisah dengan mereka, karena saya masih ingin keliling lagi.Di lobi tengah, terdapat 3 panggung yang selalu 'bunyi' bergantian. Saat itu, saya melihat ke salah satu panggung, ada yang sedang main di sana. Saya tidak tahu apa nama grupnya, yang pasti mereka masih muda-muda. Setelah itu, saya berjalan menuju Assembly Hall 3. Saya belum tahu siapa yang sedang main saat ini, karena saya tidak melihat jadwal yang tertempel di dinding depan Assembly Hall 3 itu dan saya langsung ngloyor masuk ke dalam.Di dalam, saya masih nebak-nebak, siapa yang main. Pas saya curi dengar dari beberapa penonton, ternyata yang lagi tampil sekarang itu Eliane Elias. Kalau saya dengar musiknya, dia membawakan musik-musik jenis bossanova. Akhirnya saya berhenti di situ dan menikmati permainannya dia. Bagus sekali dia mainnya. Dia bermain menggunakan grand piano dan personil yang lainnya acoustic bass, drum (pasti) dan saxophone. Keren....Sekitar jam setengah 6, saya dapat SMS dari adik saya kalau dia sudah sampai di JCC dan sedang mengantri untuk masuk. Dia juga bilang, kalau antriannya panjang sekali sampai ke jalan.....masih jauh dari pintu masuk Java Jazz. Dan dia sudah antri sejak 5 menit yang lalu. Wew!!! Tidak lama kemudian, saya dapat telpon dari temen saya dari Surabaya, yang datang khusus ke acara Java Jazz buat reportase radio tempat kerjanya. Rencananya saya akan nemenin dia selama di Java Jazz. Dia menanyakan jadwal mainnya Jason Mraz dan dia sendiri masih dalam perjalanan ke JCC karena taxi-nya telat datang.Setelah menonton Eliane Elias, saya keluar menuju depan lobi JCC sambil menunggu adik dan teman saya itu. Adik saya kemudian telp ke HP saya dan bilang kalau dia sudah ngantri 15 menit dan pintu masuk masih lumayan dekat. Saya hanya ketawa saja. Setelah 10 menit, adik saya muncul dan terlihat kesal. Dia mulai ngomel-ngomel gak jelas......saya cuma tertawa lebar dan saya cuma bilang ke dia "Makanya gw datengnya jam 4-an", dia cuma nyengir karena dia baru bisa keluar dari kantornya jam 5 sore.Kemudian, kita berdua masuk ke dalam dan langsung mencari tahu jadwal pertunjukan berikutnya. Berhubung adik saya lagi kepanasan setelah mengantri panjang tadi, akhirnya kita berdua memutuskan untuk langsung ke Plenary Hall. Yang kebetulan Dwiki Dharmawan Global Harmony Orchestra. Pada saat saya baru ada di depan pintu masuk Plenary hall, saya di telpon lagi sama temen saya itu. Saya memberitahu kalau saya ada di Plenary Hall dan dia akan menyusul ke sana. Akhirnya saya menunggu di depan pintu, sampai dia telpon lagi kalau dia sudah ada di plenary hall. Saya menanyakan posisi dia dimana. Setelah itu, saya langsung menyusul dia dan akhirnya ketemu juga di dalam. Sudah lama juga saya tidak ketemu dia sejak 2 tahun yang lalu. Dia rencananya akan reportase semua special performance yang ada di Java Jazz selama 3 hari berturut-turut. Jadi dia akan menghilang di hari itu saat akan reportase. Kita bertiga akhirnya menonton Dwiki Dharmawan. Sebenernya lumayan bagus, tapi nggak tau kenapa saya kurang tertarik buat terus berada di sana. Dan kita bertiga akhirnya meninggalkan plenary hall.
Di tengah-tengah lobi, kita rembukan apa yang akan kita tonton berikutnya. Karena saya dan adik saya sedang mengincar pertunjukannya Mike Stern featuring Dave Weckl. Dan itu baru akan main sekitar jam 10 malam, sedangkan sekarang baru jam 7 kurang. Pada saat kita masih melihat-lihat jadwal acara yang di bawa oleh teman saya itu, saya menanyakan ke dia apa tidak ke Jason Mraz. Dia agak kaget, karena dia baru nyadar kalau Jason Mraz sudah mulai. Dan dia akhirnya meluncur ke sana. Akhirya kita berdua memutuskan untuk ke lantai bawah, yang menurut jadwal Yance Manusama feat Funk Section tampil di Kasuari Lounge. Sampai di sana, kita melihat pertunjukannya. Dasyat!!! Ternyata Yance masih hebat mainnya. Lumayan lama kita berdua ada di sana, sampai adik saya mau makan karena sudah kelaparan. Dan kita meluncur ke tempat makan yang sudah di sediakan panitia di depan lobi JCC.

Panitia Java jazz menyediakan tempat untuk membeli makanan dan minuman di areal pakiran depan JCC. Di sana didirikan sebuah tenda panjang warna putih dan disana berbagai macam jenis makanan dan minuman ada. Sampai di sana, kita mencari tempat untuk duduk dulu.....dan kita berdua sudah mengitarinya dua kali masih belum dapat juga tempat buat duduk. Sampai yang ketiga, akhirnya kita dapat tempat buat duduk. Karena sebelum saya ke Java Jazz sudah makan, hanya adik saya yang membeli makanan. Di tenda itu, ternyata ada panggung juga dan grup accapela main di sana sambil menghibur yang sedang makan. Di awal-awal, permainan mereka baik.......tapi lama-lama, suara mereka mulai tidak ada yang singkron..... hehehehehe... bikin ilfil juga sih dengerinnya.....hahahahahaha.Setelah makan, kita berdua langsung menuju ke dalam lagi. Tapi kita mengalami kesusahan di saat akan keluar dari tenda itu. Kita berdua tidak menyangka kalau yang masuk ke dalam saat itu mulai banyak dan bikin sesak juga. Setelah berjuang mati-matian buat keluar dari sana, kita berdua tambah kaget lagi. Karena di depan pintu masuk ke JCC, penuh sekali orang-orang yang keluar dari JCC untuk menuju tenda makan itu. Persoalannya, jumlah manusia yang kita lihat banyak sekali. Hampir menutupi areal itu. Kita berdua bingung bagaimana caranya bisa jalan menuju JCC lagi. Akhirnya kita agak mengalah dengan orang-orang yang akan menuju tenda dengan cara berjalan agak mlipir di antara orang-orang yang akan menuju tenda makan. Dan berhasil......tapi saya kepisah. Karena tujuan kita itu ke Assembly Hall 2, jadinya saya cuek aja menuju sana. Sampai di sana, suasana di dalam agak lega. Tidak lama kemudian adik saya bergabung. Saat itu, akan ada pertunjukannya Endah N Resha, yang kebetulan dulu kita berdua pernah nonton di suatu tempat.
Pertunjukan di mulai tepat jam setengah 9 malam. Dan penampilan mereka luar biasa. Mereka berdua hanya menggunakan gitar akustik & vokal untuk Endah dan bass listrik untuk Resha. Mereka hanya berdua, tapi terkesan penuh. Bagus banget...Sampai menjelang mereka akan selesai, kita berdua berdiri dan pergi menuju pertunjukan berikutnya. Dan pertunjukan yang ini memang kita incar sejak datang ke Java Jazz, terutama saya sendiri.....Mike Stern feat Dave Weckl. Awalnya adik saya hanya tahu nama Mike Stern, jadinya dia hanya ikut saja ke sana. Tapi pada saat dia lihat lagi jadwal pertunjukannya, baru dia komentar "Pantes lo ngincer Mike Stern......ada Dave Weckl juga toh". Saya cuma bisa ketawa.
Setelah sampai di Exhibition Hall B atau BNI Stage, ternyata di sana masih ada pertunjukan yang belum selesai. Saya tidak tahu siapa yang tampil saat itu. Kemudian saya lihat jadwal yang tertempel di salah satu pilar dan ternyata Mike Stern baru akan main jam 21.55 alias jam 10 kurang 5 menit. Dan waktu kita lihat jam, ternyata sudah jam 10.....berarti bakalan molor nih mainnya. Dan benar, Mike Stern baru main sekitar jam setengah 11 kurang. Tapi sambil nunggu Mike Stern main, kita foto-foto dulu di salah satu sudut tempat tersebut. Exhibition Hall B itu besar dan luas sekali. Jadi, saking luasnya, jarak antara panggung utama dengan yang ada di belakang itu suka tidak kelihatan, saking gelapnya yang ada di depan panggung. Di sisi kanan kiri itu ada kursi tribun yang di susun sedemikian rupa untuk penonton yang memilih untuk duduk di kursi. Dan di bagian tengah dekat pintu masuk ada semacam bangunan semi permanen, yang kalau di perhatikan seperti tempat khusus untuk VIP. Karena di situ di sediakan kursi, sofa, meja dan tempat minum. Selain itu, ada tangga untuk naik ke atas dan orang-orang tertentu bisa menonton dari situ......hmmmmm, benar-benar untuk VIP rupanya.Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Mike Stern mulai juga. Permainan gitar Mike Stern luar biasa dan Dave Weckl........... no comment untuk orang satu ini. Gila!!!! Selama mereka tampil, yang menonton di sekitar saya tidak berhenti ber-"Ckckck" ria.....hehehehe. Termasuk saya sendiri. Apalagi posisi saya ada di dekat panggung.
Di saat mereka akan tampil dan di saat saya sedang menuju ke dekat panggung, saya melihat masih banyak penonton sisa dari pertunjukan sebelumnya duduk-duduk santai sambil menunggu pertunjukan berikutnya. Tapi, setelah saya beranjak dari depan panggung menuju kursi tribun, penonton yang tadi saya lihat sudah lenyap semua...... Dalam hati saya hanya tersenyum dan berkomentar "Weee, mulai rontok satu-satu nih. Hehehehehe....gak ngerti musiknya". Sampai di sana, kita berdua memutuskan untuk segera berangkat menuju assembly hall 3, karena di situ New York Voices akan main yang menurut jadwal akan main jam 12 kurang 15 menit. Sedangkan saat itu jam menunjukan 12.30, jadi kita terpaksa meninggalkan Mike Stern.
Pada saat perjalanan ke assembly hall 3, dari jauh terlihat ada semacam kerumunan orang banyak banget. Dan itu berada persis di depan pintu masuk ke assembly hall 3. Kita berdua kaget....ini antri apa ya? Akhirnya saya tanya ke salah satu panitia yang menjaga pintu masuk ke assembly hall 3. Dan ternyata benar New York Voices akan main di sini.......dan orang-orang ini mengantri untuk pertunjukan itu. Waduh!!! Kita berdua saling lihat-lihatan dan mencoba untuk tahu dimana akhir dari antrian ini.........dan ternyata antrian ini sudah melingkar ke arah kita datang. Busyet!!
Kemudian kita bertemu dengan seorang teman dan mengobrol di sekitar situ. Posisinya berada di tengah barisan antrian itu. Dan teman saya sendiri sebenarnya berada di luar antrian, cuma dekat. Yang terjadi adalah.......ada beberapa orang yang berhenti dari jalannya dan berdiri di belakang kita berdua. Walhasil, terbentuklah barisan baru.... yang akhirnya jadi gak karu-karuan. Di saat kita berdua masih jengkel sama orang-orang yang mendadak ngantri gak jelas, di depan kita ada beberapa ABG yang ikut mengantri juga dan salah satu temannya datang sambil bertanya "Eh, antri apaan nih? Rame banget?", "Iya...yang main New York Voices", "Wah, kayaknya seru nih. Gw ikut antri deh". DHUAAAAAAAR!!!!!!!!!! Yang kayak gini nih yang bikin kita berdua tambah jengkel.
Setelah hampir 1 jam kita mengantri, akhirnya jam setengah 1 pintu di buka. Semua orang yang mengantri berjubelan untuk masuk ke dalam assembly hall 3. Rasanya kayak ikan asin di pepetin orang segitu banyaknya. Setelah sampai di dalam, saya langsung menuju sisi yang belum di penuhi penonton. Akhirnya kita berdua dapat tempat duduk dan tidak lama kemudian pertunjukan di mulai. Di buka dengan Ron King Big Band membawakan satu lagu. Setelah itu, New York Voices tampil di panggung. Penonton menyambutnya dengan semangat, karena grup satu ini memang di tunggu oleh banyak orang.....hmmmm, tidak semuanya sih........karena ada ABG-ABG yang nonton karena ikutan antri tadi.......hehehehehe.
New York Voices merupakan grup vokal yang terdiri dari Kim Nazarian, Peter Eldridge, Darmon Meader & Lauren Kinhan. Mereka ini yang kita tunggu sejak awal datang ke Java Jazz. Permainan mereka luar biasa sekali. Apalagi pada saat mereka membawakan lagu A night in Tunisia...... speechless!!! Di tengah penampilan mereka, tanpa sengaja saya memperhatikan jumlah penonton yang datang. Seperti yang kita duga, jumlah penonton mulai berkurang alias mulai rontok satu-satu...... hehehehehe......

Tanpa terasa, permainan mereka sudah sampai ke lagu terakhir. Mereka membawakan I Can't Believe You're In Love With Me sebagai lagu penutup. Dan penonton memberikan standing applause yang cukup lama ke mereka. Luar biasa sekali penampilan mereka. Pertunjukan malam itu berakhir di New York Voices dan waktu menunjukan jam 2 malam. Dan kita keluar menuju teman saya yang sedang menunggu di depan lobi JCC bersama temannya. Saya berencana mengantar dia pulang ke tempat penginapannya di daerah Benhil.
Java Jazz hari itu, memang luar biasa sekali. Baik dari jumlah penontonnya yang beragam macam jenis orangnya maupun dari yang tampil. Memang kita tidak menonton yang orang-orang pada umumnya nonton. Tapi kita berdua sangat puas sekali. Mudah-mudahan Java Jazz berikutnya lebih bagus lagi.
Bulan kemarin, ternyata bulan yang cukup melelahkan buat saya. Baik secara fisik maupun secara batin. Banyak sekali pekerjaan yang harus saya selesaikan dan banyak sekali cobaan yang mesti saya lewati.
Cobaan-cobaan yang saya lewati di bulan kemarin membuat saya lumayan berpikir keras untuk menyelesaikannya. Dan memang, ternyata semuanya itu berawal dari diri saya sendiri yang tidak bisa menilai mana yang harus saya hindari atau tidak.
Setiap malam saya selalu mencari jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul di dalam benak saya. Dan jawaban itu saya temukan di saat saya mulai menyadari......bahwa apa yang saya lakukan selama ini keliru. Saya di berikan sebuah gambaran akan peristiwa yang sudah cukup lama dan juga membuat saya malu jika saya mengingatnya kembali. Dan peristiwa itu ternyata telah saya lakukan lagi. Kenyataan itu membuat saya sangat terkejut........dan saya juga mulai menyadari, kesalahan yang saya lakukan ini harus saya perbaiki.
Saya tidak tahu apakah saya sanggup memperbaiki kesalahan yang secara tidak sadar saya lakukan sendiri. Dan saya telah menyatakan rasa penyesalan atas apa yang telah saya perbuat selama ini kepada dirinya. Saya tidak tahu apakah dia bisa menerima permintaan maaf ini, tapi setidaknya saya sudah menyampaikannya dan berniat untuk membuka kembali komunikasi yang dengan 'kasar' saya putus....
Maafkan atas semua kesalahan yang telah saya perbuat selama satu bulan ini....
Satu bulan yang ...........